Jumat, 25 Januari 2013

Senyum Tanda Syahid (insya Allah) Bahtiar Abdullah

Senyum Tanda Syahid (insya Allah) Bahtiar Abdullah

JAKARTA (voa-islam.com) - Akhirnya jenazah Bahtiar Abdullah, korban penembakan Densus 88 asal Bima dikuburkan di Jakarta. Tanda-tanda syahid pun nampak jelas pada jenazahnya.

Almarhum Bahtiar Abdullah warga Kampung Bugis, Desa Timu, Kecamatan Bolo, gugur ditembak Densus saat mengendarai sepeda motor di jalan lintas Sumbawa-Bima, pada Jum’at (4/1/2013) sore.



Menurut kesaksian Nur Aini, sang istri, Bahtiar jauh dari yang dituduhkan Polri terlibat kasus terorisme di Poso. Sebab Bahtiar selama ini tinggal menetap, tidak pernah pergi dalam jangka waktu lama dan hanya berprofesi sebagai pedagang roti, kue kering dan sejenisnya.
Sore itu, kata sang istri, bahtiar berpamitan untuk menagih hutang dagangannya ke pelanggan, namun tak kunjung pulang.

“Setahu saya dia pergi menagih hutang. Paginya dia jualan terus sorenya karena ada yang hutang, dia menagih hutang. Dia pergi jam 03.00 sore, terus dia pulang, lalu saya tanya mau ke mana sudah jam 05.00? terus saya tunggu-tunggu sampai sekarang tidak pulang-pulang,” tuturnya kepada voa-islam.com, Selasa (8/1/2013).

Tanpa pemberitahuan dari aparat kepolisian jika Bahtiar telah ditembak mati, pihak keluarga pun berinisiatif mencarinya. Keterangan yang didapat pun hanya berasal dari media tanpa surat pemberitahuan resmi pihak aparat.

Berbekal informasi tersebut, Mansur dan Bambang mewakili keluarga Bahtiar berjuang keras mencari Bahtiar hingga ke Jakarta.

Sampai pada akhirnya ia mendatangi Rumah Sakit Polri dr. Sukanto, Kramat Jati, Jakarta Timur untuk melihat jenazah Bahtiar pada Rabu (16/1/2013). Saat itu pihak keluarga terus berjuang untuk memulangkan jenazah Bahtiar Abdullah, namun pihak kepolisian berdalih jenazah tak bisa dilihat apalagi dipulangkan ke kampung halamannya.

Bersama Tim Pengacara Muslim (TPM) dan Pusat HAM Islam Indonesia (PUSHAMI), keluarga juga sempat mengadukan permasalahan tersebut ke MUI Pusat dan Komnas HAM.

Namun entah mengapa, tiba-tiba, keluarga Bahtiar yang terdiri dari ibu, anak dan istri Bahtiar datang dari NTB tiba di Jakarta dan memutuskan Bahtiar dimakamkan di Jakarta.

Tepat pada saat sebagian umat Islam merayakan maulid Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, 12 Rabiul Awal atau bertepatan  pada hari Kamis, 24 Januari 2013, sekitar pukul 14.00 WIB jenazah almarhum Bahtiar Abdullah dimakamkan di Blok 50, Tanah Merah, TPU Pondok Ranggon, Jakarta TImur.

Menurut kesaksian para pelayat yang mengurus dan mengantarkan jenazah, bagitu nyata tanda-tanda kesyahidan -insya Allah- pada jasad almarhum Bahtiar Abdullah.

Diantara tanda-tanda syahidnya yang paling terlihat jelas adalah, wajah Bahtiar Abdullah yang tersenyum. Kemudian darah segar yang masih mengalir padahal jenazah Bahtiar sudah tiga minggu berada di penyimpanan mayat, RS. Polri. Lalu pada saat dimandikan, jasadnya juga lemas seperti orang yang sedang tertidur.

Dari jasad korban, terdapat luka jahitan panjang dari leher hingga ke perut. Selain itu, terdapat pula jahitan di paha sebelah kiri.

Pemakaman jenazah Bahtiar Abdullah berlangsung tertib, penjagaan aparat kepolisian terutama Densus 88 pun terlihat begitu ketat, meskipun kebanyakan mereka berpakaian preman. Kaum muslimin bersama keluarga Bahtiar Abdullah turut mengiringi jenazah. Pemakaman pun selesai sekitar pukul 15.00 WIB. [Ahmed Widad]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar