Minggu, 03 Februari 2013

Awan Berlafadz Allah Menaungi Saat Pemakaman Abdul Qodir

Awan Berlafadz Allah Menaungi Saat Pemakaman Abdul Qodir

LUWUK TIMUR  - Jenazah Asy Syahid (insya Allah) Abdul Qodir alias Asmar alias Syamsudin alias Abu Uswah akhirnya dimakamkan di Desa Mulyosari Kecamatan Tomoni Kabupaten Luwuk Timur Sulawesi Selatan, pada pada Jum'at (1/02/2013).

Pihak Polri memberangkatkan jenazah Abdul Qodir dari Jakarta Pukul 04.30 WIB dengan pesawat dan mendarat di Bandara Sultan Hasanudin Makassar.
Dari Makassar kemudian jenazah diterbangkan ke Bandara Soroako dan dilanjutkan dengan kendaraan darat menuju Kampung halaman Abdul Qodir untuk dimakamkan.

Jenazah tiba di Desa Mulyosari pada pukul 16.30 WITA dan dimakamkan pada pukul. 17.00 WITA. Ribuan kaum Muslimin warga Desa Mulyosari  turut menyambut dan mengantarkan jenazah Abdul Qodir ke pemakaman.

Ada beberapa fenomena unik yang seolah menjadi menjadi tanda kesyahidan Abdul Qodir, seorang Mujahid yang pernah berkhidmat untuk jihad Poso pada sekitar tahun 2000.

Keluarga Abdul Qodir pun memberikan kesaksian terhadap jenazah dan berbagai kejadian mengiringi pemakamannya.

Ketika ditanyakan keadaan jenazah Abdul Qodir dengan gembira dan penuh semangat Hanadia, istri almarhum menuturkannya.
"Sejak kedatangan jenazah suami saya ada banyak sekali capung yang menaungi peti jenazah suami saya, capung-capung itu mengikuti iringan jenazah sampai di tempat pemakaman," kata Hanadia yang biasa disapa Ummu Uswah kepada voa-islam.com, Jum’at (1/2/2013).


Hanadia juga menuturkan fenomena aneh lainnya yang ia saksikan. "Ada awan berbentuk lafadz Allah di langit yang terus menaungi jenazah suami saya dimakamkan," tuturnya.

Ketika ditanyakan tanda kesyahidan pada Abdul Qodir Hanadia mengatakan,"wajahnya tersenyum, berkeringat dan darahnya masih mengalir," ungkapnya.

Pernyataan yang sama juga diungkapkan oleh Hardin kakak kandung Abdul Qodir bahwa ia mencium bau harum saat pemakaman.
"Abdul Qodir Insya Allah syahid, saya mencium bau harum dua kali di liang lahat, tiba-tiba ada sekelompok capung datang mengerumuni para pelayat, langsung ada lafadz Allah muncul diatas awan," ucapnya.

Untuk diketahui, Abdul Qodir menjadi korban penembakan Densus 88 di teras masjid Nur Al Afiyah RS. Wahidin Sudirohusodo, Makassar menjelang shalat Jum’at (4/1/2013). Hanadia menuturkan bahwa suaminya diberondong tembakan oleh Densus 88 usai shalat Dhuha.

Jenazah kemudian dibawa ke RS. Polri, Sukanto, Jakarta Timur. Setelah lebih dari tiga minggu pihak keluarga berjuang menuntut pemulangan jenazah, akhirnya almarhum Abdul Qodir bisa dipulangkan dimakamkan di kampung halamannya. Almarhum meninggalkan seorang istri, tiga orang anak; satu putra dan dua putri yang kini menjadi yatim. [AF/voa-islam]

3 komentar:

  1. kalo memang awan berlafadz Allah itu nyata mestinya sudah di tayangkan di media nasional sebagai fenomena alam...jangan memanipulasi alam...itu sama juga menipu untuk memaksakan pembenaran Allah swt dgn tujuan mencari dukungan,rakyat tidaklah sebodoh itu untuk di tipu....opini basi....!!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Endang Saya Setuju dengan komentar anda. Lihat Wacana Judul diAtas : “Dan (ingatlah), ketika orang-orang kafir (Quraisy) memikirkan daya upaya terhadapmu untuk menangkap dan memenjarakanmu atau membunuhmu, atau mengusirmu. mereka memikirkan tipu daya dan Allah menggagalkan tipu daya itu. Dan Allah Sebaik-baik pembalas tipu daya.” (8:30).

      saya tambahi lagi di Surah Al-Baqarah Ayat 9 :
      "Mereka Hendak Menipu Allah Serta Orang-Orang Yang Beriman, Padahal Mereka Menipu Dirinya Sendiri Tetapi Mereka Tidak Sadar.

      Jangan Permainkan Ayat-Ayat Allah. Terima Kasih Wassallam

      Hapus
  2. Dikrubung capung apa lalat...wkwk

    BalasHapus