Selasa, 26 Februari 2013

~|[ Kronologi Pembunuhan Fir'aun Abad ini Anwar Sadat, Oleh Sang Pahlawan Islam "Kholid al-Islambuly" ]|~

Dalam 40 Detik, Anwar Sadat (Laknatullah'alayhim) Berhasil Dihabisi

Pada setiap bulan Oktober, Anwar Sadat memerintahkan diadakannya Parade Militer Besar-besaran dalam rangka memperingati perang Oktober tahun 1973. Dan seperti biasa, tepatnya pada tahun 1981, parade itu diadakan, dan terjadilah peristiwa menggemparkan yang membuat seluruh dunia tersentak, Anwar Sadat dibunuh dengan cara yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Pembunuhan ini direncanakan sebegitu detail oleh seorang insinyur bernama Muhammad Abdus Salam Faroj, penulis buku Al-Faridhoh Al-Ghoibah (Kewajiban yang Hilang), semoga Alloh merahmatinya dan menempatkannya di surga-Nya terluas. Kemudian pelakunya ada empat orang yang gagah berani (Kholid Islambuliy, Atho Thoyal, Abdul Hamid Abdus Salam, dan Husain Abbas).
Aksi tersebut tidak memakan waktu lebih dari satu menit, dan Anwar Sadat tewas bersama tujuh orang dekatnya yang berada di panggung parade.
Ightiyal ini termasuk tercepat sepanjang sejarah kontemporer. Yang menjadi pertanyaan, bagaimana ightiyal itu bisa berhasil dengan sempurna?

~Bagaimana Proses Pembunuhan Anwar Sadat?~


Tanggal 6 Oktober 1981, seluruh rakyat Mesir bersiap menyambut peringatan hari kemenangan dengan melakukan parade militer tahunan yang diikuti oleh kepala negara dan para komandan angkatan bersenjata yang menjadi peserta parade.
Di awal acara, si thoghut, pemimpin kekafiran, Anwar Sadat, duduk di tempat utama bagi kalangan militer, dengan bergaya ala Hitler. Karena, di masa mudanya konon Anwar Sadat adalah penggemar berat Hitler, dalam berpakaian dan gaya militeristiknya. Ada yang mengatakan, sebenarnya istrinya, Jihan Sadat, sudah mengingatkan agar ia memakai rompi anti peluru di bagian dalam baju militernya seperti yang biasa ia lakukan di tahun-tahun sebelumnya, tapi dia menolak.
Anwar Sadat duduk di kursi pemirsa sambil menyaksikan angkatan bersenjatanya. Lewatlah truk-truk anti peluru dan berbagai kendaraan militer yang bermacam-macam. Setengah menit sebelum ia dibunuh, giliran pesawat-pesawat militer yang lewat. Pesawat-pesawat itu melakukan gerakan akrobatik sangat menawan yang menyebabkan para penonton yang duduk di tempat duduk, termasuk Anwar Sadat dan para komandan dan pengawal khususnya, mendongakkan pandangannya ke langit untuk melihat pertunjukan hebat itu.
Saat itulah, salah satu kendaraan militer pengangkut roket berhenti di depan podium (tempat di mana Anwar berada, pent.)
Dari jarak sekitar 20 meter, sang pahlawan, Kholid Islambuliy, turun dari kendaraan militer itu. Dari semua orang yang duduk di podium tempat Anwar Sadat berada, tidak ada satu pun yang perhatian dengannya selain Anwar Sadat sendiri, ia merasa Kholid Islambuliy datang untuk mengucapkan salam. Akan tetapi, Kholid Rohimahulloh malah melemparkan granat tangan yang meledak begitu membentur dinding podium. Disusul granat berikutnya yang dilempar oleh sang pahlawan, Atho Thoyal, disusul granat ketiga oleh Kholid Islambuliy lagi walau pun tidak meledak. Setelah itu, granat keempat dilempar oleh si pahlawan, Abdul Hamid Abdus Salam, dan meledak di tengah orang-orang yang duduk. Akibat ledakan ketiga granat yang cukup memekakkan telinga itu, semua kursi yang ada di podium kepresidenan dan yang duduk di atasnya terjungkal, semuanya terkapar di bawah kursi-kursi itu akibat suara ledakan yang begitu keras dan susul menyusul. Sebagian orang yang berdiri di dekat Anwar Sadat ikut terkena ledakan kilat ini.
Kata-kata terakhir yang diucapkan Sadat ketika itu, “Kalian para pengkhianat…” sebelum akhirnya tubuhnya terkoyak oleh butir-butir peluru dari senapan serbu yang terpasang di atas truk militer yang ditembakkan oleh sang pahlawan, Husain Abbas. Begitu melihat Anwar, ia langsung menembaknya beberapa peluru, dan Anwar Sadat pun jatuh bersimbah darah.
Sementara itu, Kholid Islambuliy kembali menembaknya dengan senapan serbunya di podium. Ia juga membunuh beberapa pembantu Anwar Sadat, beberapa tamu dan teman dekatnya. Konon, aksi tersebut tidak memakan waktu lebih dari 40 detik saja.
==================
Semoga Kisah ini menjadi Inspirasi bagi Singa-singa Islam lainnya dalam melakukan amaliah Ightiyalat terhadap Thoghut-thoghut yang bercokol disetiap negeri yang dihuni Umat Islam
==================

Link ke artikelnya di Al-Malahim Islamic Pages: https://www.facebook.com/photo.php?f...6617446&type=1

Tidak ada komentar:

Posting Komentar