Sabtu, 09 Februari 2013

Pembelaan Untuk Syeikh Usamah dan Al Qaeda Dari Ulama Saudi Muhammad Al Arifi

Mohamed al-Arifi, seorang ulama berpengaruh Saudi dan profesor di Universitas Raja Saudi, telah dilemparkan sebuah bom di depan rumahnya karena ia menyatakan  bahwa al-Qaeda “Tidak mentolerir pertumpahan darah”.
Selama wawancara televisi baru-baru ini, ia mengatakan bahwa Usamah Bin Laden (yang ia disebut sebagai “Sheikh Usamah” dan berdoa untuk jiwanya untuk diberkati) adalah korban dari berbagai pembunuhan karakter.
Arifi, dikenal karena pernyataannya yang sering tajam dan baru baru ini ia berfatwa agar anak perempuan(yang sudah beranjak gadis) untuk tidak mengenakan pakaian yang terbuka di hadapan orang tua mereka, agar menjaga hal hal yang tidak diharapkan.
Kala ia ditanyakan mengenai krisis Mali di TV Qatar , ia menunjukkan bahwa “masalah di Mali” itu sudah di luar proporsinya , “Kenyataannya mengenai berita negatif mengenai Al Qaeda adalah tidak benar , anggota Al-Qaeda tidak mentolerir menuduh Muslim lainnya murtad dan mereka tidak mentolerir pertumpahan darah sesama muslim , tapi saya bukan bagian dari Al-Qaeda dan saya tidak mengadopsi pemikiran mereka, tetapi Allah berfirman:..” Dan bila anda diminta bersaksi maka haruslah berbuat adil ,’”kata Arifi.
Dia mengatakan bahwa dari pertemuannya dengan tahanan al-Qaeda diprogram rehabilitasi teroris oleh kerajaan, ia menemukan dari  mereka tidak memiliki pendapat dan pemikiran yang sering dikaitkan dengan al-Qaeda.
“Bahkan Al-Qaeda Sheikh Usamah Bin Laden, semoga jiwanya beristirahat dalam damai, tidak mengadopsi banyak pikiran-pikiran yang dikaitkan dengannya pada hari ini,” jelas Arifi.
Rupanya menyadari keseriusan apa yang dia katakan, Arifi berusaha melanjutkan keterangan dengan mengatakan: “Saya tidak dalam posisi untuk membela mereka, saya bukan salah satu dari mereka, tapi sekali lagi ‘ketika Anda bersaksi, adillah”.
Di antara banyak pernyataannya yang tajam, Arifi mengeluarkan pernyataan di Twitter menyerukan bagi orangtua untuk menghentikan anak-anak mereka menonton kartun dan konten pada MBC3, saluran anak anak di Timur Tengah. “Hal ini dilarang untuk memungkinkan anak Anda untuk menonton MBC3 anak, adegan yang penuh dengan ide-ide ateisme dan korupsi, hapus sekarang, rawatlah pemikiran anak anda.”
Pada bulan Oktober 2012, ia juga memposting pernyataan tajamnya di Twitter menggambarkan Emir Kuwait sebagai tidak layak untuk memerintah dan mendesak demonstrasi terhadap dirinya. Menurutnya, Emir Sheikh Sabah tidak memenuhi kualitas keislamannya  sebagai penguasa negeri Islam. (Dz-Al Arabiya/eramuslim/voa-islam)

1 komentar:

  1. sesama teroris memang harus saling mendukung...manusiawi...

    BalasHapus