Jumat, 22 Februari 2013

Senator Amerika Serikat (AS) "Drone AS Telah Menewaskan 4.700 orang", Bukti Kebiadaban AS Semakin Terbongkar


Lendsey
Senator AS “Lindsey Graham”
Ibnu Subandi untuk Al-Mustaqbal.net
WASHINGTON - Senator Amerika Serikat (AS) dari Partai Republik, Lindsey Graham, secara terang-terangan menyebut 4.700 jumlah korban yang tewas akibat serangan drone (pesawat tak berawak) AS, termasuk penduduk sipil. Jumlah ini melebihi perkiraan sejumlah pengamat.
“Kami telah membunuh 4.700,” ujar Graham, seperti dikutip oleh Patch Easley, sebuah situs web lokal yang meliputi kota kecil Easley di South Carolina. Selama ini, Graham dikenal sebagai pendukung serangan drone AS di berbagai wilayah di dunia.
“Kadang-kadang Anda menewaskan orang yang tidak bersalah dan saya benci itu. Tapi, kita sedang berperang dan kami telah menewaskan beberapa anggota sangat senior dari al-Qaeda,” kata Graham di Club Easley Rotary, Rabu (20/2/2013). Kantor Graham tidak membantah pernyataannya itu.
Teroris Amerika Serikat melancarkan serangan pesawat tanpa awak itu terhadap mujahidin Al Qaeda di Pakistan, Somalia, dan Yaman, namun penduduk sipillah yang mayoritas mereka serang dan menjadi korban. Para pejabat Amerika Serikat menolak membicarakan secara terbuka rincian dari serangan-serangan itu.
Seorang juru bicara mengatakan kepada AFP bahwa senator itu mengutip data yang telah dipublikasikan dan disebarkan di surat-surat elektronik.
Angka yang dikutip Graham lebih tinggi dari Bureau of Investigation Journalism yang berpangkalan d London. Kelompok itu mengatakan jumlah korban tewas akibat serangan-serangan di Pakistan Yaman dan Somalia antara 3.072 dan 4.756 orang.
“Ini adalah pertama kalinya seorang pejabat AS telah menempatkan jumlah di atasnya,” kata Mikha Zenko, seorang pejabat di Dewan Hubungan Luar Negeri.
Pernyataan Graham, membuktikan bahwa teroris AS dengan pesawat tanpa awaknya (drone) telah banyak membunuh kaum muslimin dengan alasan memerangi ‘terorisme’ (baca : mujahidin).
Sumber : dbs

Tidak ada komentar:

Posting Komentar