Selasa, 19 Maret 2013

Jenazah Akhi Kodrat Sudah Dikubur, Terlihat Keringat Mengucur Di Seluruh Tubuhnya, Subhanallah!

 
 
 
Mushab untuk Al-Mustaqbal.net
Pondok Kacang, Jaksel – Asy-Syahid (Insya Allah) Akhina Kodrat atau Akhi Deko telah dikebumikan pada selasa sore ini ((19/03/2013). Beliau ditembak Densus 88 karena terduga kasus perampokan toko emas.
Terlihat puluhan saudara-saudaranya yang berdatangan dari berbagai daerah untuk melihat proses pemakaman beliau. Namun, ada yang menarik yang terjadi terhadap jenazah Akhina Kodrat ini. Terlihat wajahnya mengucur keringat. Ketika beliau diturunkan dari mobil jenazah kemudian para ikhwan memasuki jenazah beliau ke dalam rumah dan keluarga membuka kain penutupnya dan terlihatlah wajah yang basah dengan keringat, begitupun kain yang menyelimuti beliau basah dengan keringat, Subhanallah.
Al-Mustaqbal telah mewawancarai Ibu Endang selaku keluarga korban terkait keterlibatan Akhi Kodrat dalam perampokan Emas,
Ibu Endang mengatakan,”itu fitnah, Kodrat tidak terlibat dalam perampokan emas. Kodrat itu sedang berangkat kerja jam 09.00 pagi hari jumat dan Kodrat meminta izin untuk menengok Ibunya ke Sukabumi. Namun, saya dikasih kabar bahwa kodrat ditembak, Masya Allah, ada fitnah apalagi ini.”
“saya tadi habis dari RS Polri di Kramat Jati, saya bantah kepada media sekuler bahwa Kodrat tidak terlibat dalam kasus perampokan. Dan jangan menyebut saudara saya kodrat sebagai perampok. Itu fitnah.” Tegasnya lagi kepada Al-Mustaqbal.net
Beberapa saudara dari Akhina Kodrat menambahkan keterangan pula bahwa kodrat tidak terlibat dalam kasus perampokan, beliau murni tidak bersalah.
Puluhan Ikhwan berdatangan ketika rumah duka sudah ramah, terlihat Ibu RT juga menjenguk jenazah Akhi Kodrat dan Ibu RT turut berduka atas meninggalnya warga dari pondok kacang tersebut.
Ketika keluarga korban membuka kain penutup tubuh Akhi Kodrat, terlihat luka di bagian dada kiri. Kemungkinan besar luka tersebut luka tembak jarak dekat. Ditambah ada luka lebam di bibir dan kelopak mata. Sepertinya sebelum ditembak beliau dipukuli terlebih dahulu.
Berdasarkan keterangan dari keluarga, korban dibawa oleh densus 88 dari Pondok Aren dan kemudian ditembak di tempat yang berbeda.
Namun, Subhanallah keringat tetap mengucur walaupun sudah dilap dengan kain, ditambah darah yang membasahi bantal yang ditiduri jenazah Akhi Kodrat. Ada sekitar 40 Ikhwan yang menyaksikan tanda-tanda kesyahidan beliau. Insya Allah.
Setelah dikafani, jenazah dibawa ke masjid untuk disholatkan dan kemudian dimakamkan di TPU setempat. Pada proses pemakaman, terlihat aparat polisi menghadirinya.
Anehnya ketika proses pemakaman berlangsung ada seorang oknum yang tidak suka terhadap pemakaman tersebut. Kemungkinan warga terprovokasi oleh oknum ini agar citra Mujahidin jelek di mata masyarakat.
Padahal pihak keluarga sudah meminta izin kepada RT dan juga Karang Taruna setempat bahwa Akhi Kodrat boleh untuk dimakamkan di TPU setempat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar