Jumat, 22 Maret 2013

Pemakaman Akhi Kamal Begitu Mengharukan, Keringat dan Darah Tetap Mengucur Di Tubuhnya




Pemakaman Akhi Kamal Begitu Mengharukan, Keringat dan Darah Tetap Mengucur Di Tubuhnya

 
 
 
Mushab untuk Al-Mustaqbal.net
BEKASI–Pada rabu sore ini pukul 14.30 (20/03/2013) penguburan Akhi Kamal atau Akhi Akmaludin Tanjung alias Arman telah berlangsung sangat khidmat. Beliau ditembak Densus 88 karena terduga kasus perampokan Emas.  Beliau ditembak di daerah Mustika Jaya Bekasi pada hari Jum’at (15/03/2013). Beliau juga dikait-kaitkan dengan perampokan Bank CIMB di kota Medan.
Al-Mustaqbal beserta para Ikhwan telah mendatangi proses pemakaman beliau di desa Pedurenan, Bekasi dan di rumah duka di daerah Rawa Semut, Bekasi Timur telah berkumpul sekitar 20 Ikhwan yang siap membantu proses pemakaman seorang tertuduh perampok ini.
Kami mendengar isu bahwa jenazah tidak boleh dibuka kain kafannya oleh pihak Rumah Sakit. Setelah kami konfirmasi kepada pihak keluarga, ternyata benar pihak keluarga dan media tidak boleh melihat jenazah walaupun hanya wajahnya saja. Karena kesepakatan antara pihak RS dengan keluarga bahwa jenazah tidak boleh dibuka kain kafannya.
Beberapa saat kemudian mobil Ambulance datang membawa jenazah Akhi Kamal, kedatangan beliau disorot oleh berbagai media berita. Gema Takbir membahana menyambut kedatangan jenazah akhi Kamal.
602690_125015204353476_1302731181_n
Jenazah dibawa ke rumah duka, disana para ikhwan sepakat untuk membuka kain kafan yang menutupi wajah beliau. Dan Subhanalloh, keringatnya sama seperti keringat yang mengalir di tubuh akhi Kodrat yang dikubur kemarin walaupun sudah 6 hari tertahan di Rumah Sakit Polri. Ada beberapa Ikhwah yang tidak sanggup menahan air matanya.
Orang tua korban dan seluruh Ikhwah menyaksikan tanda-tanda yang unik dari kematian Akhi Kamal ini. Tubuhnya lemas tidak kaku, berkeringat dan pengakuan dari Ikhwah bahwa darahnya tetap menetes dan harum.
Di sana dihadiri pula Ust Halawi Makmun, kemudian beliau menjadi Imam Sholat Mayit. Sebelum datangnya jenazah beliau memberi pesan dan masukan kepada para Ikhwah agar tetap tegar di Jalan Tauhid ini dan tetap memperjuangkan Islam.
581862_125015907686739_1749791876_n
Al-Mustaqbal telah mengkonfirmasi kepada Ibu Endang selaku pengurus kepulangan jenazah, apakah beliau terkait kasus perampokan atau tidak.
“Tidak, Akhi Kamal tidak terbukti terlibat dalam kasus perampokan Emas, Densus 88 tidak dapat membuktikan keterlibatan beliau. Mereka salah tembak.” Ujar Ibu Endang kepada Al-Mustaqbal.net
“kami heran mengapa mereka melarang saudara-saudaranya memandikan jenazah Akhi Kamal, walaupun mereka menutup-nutupi kematian yang baik ini, namun Allah menampakan bukti bahwa Akhi Kamal ini Insya Allah mati Syahid berdasarkan tanda-tandanya. Pihak kepolisian mencoba untuk menutupi tubuh korban dari sorotan Media.” Sambung Ibu Endang didampingi Istri Akhi Kamal, Ibu Najwa.
“ada sekitar 10 luka jaitan, 15 luka tembak, dan beberapa luka bekas cambuk. Sepertinya sebelum ditembak Akhi Kamal disiksa dulu. Selain itu, kami menghimbau kepada seluruh Kaum Muslimin agar jangan percaya dengan media sekuler, berita-berita mereka sangat menyudutkan para Mujahidin dengan fitnah-fitnah tanpa bukti yang jelas” Tambah Ibu Endang.
602954_125016104353386_347304269_n
Ketika proses pemakaman, ada peristiwa yang menakjubkan. Saat jenazah diletakan di liang lahad, dibelakang punggung Akhi Akmal masih mengeluarkan darah. Melihat itu, para Ikhwah yang menghadiri sontak berteriak “Allahu Akbar”
487537_125016261020037_1756447996_n 
Penguburan pun selesai, disaat itu suasana cukup sejuk padahal pemakaman itu berada di wilayah pematang sawah. Seusai penguburan, tidak lama seorang Ikhwah bertausiyah kepada orang-orang yang menghadiri pemakaman tersebut. Salah satu ayat yang dibacakan adalah QS Ali-Imran : 169
Bismillahirrahmanirrahim
“Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; bahkan mereka itu hidup disisi Tuhannya dengan mendapat rezki.” (QS Ali-Imran : 169)
487446_125016641019999_403899430_n








Tidak ada komentar:

Posting Komentar