Jumat, 08 Maret 2013

Syekh Sulaiman Abu Ghaith, Mujahidin Al Qaeda Tertangkap, Do’akan Beliau!

Syekh Sulaiman Abu Ghaith, Mujahidin Al Qaeda Tertangkap, Do’akan Beliau!

 
 
 
M Fachry untuk Al-Mustaqbal.net
WASHINGTON-Syekh Sulaiman Abu Ghaith, Mujahiden Al Qaeda yang juga mantu Syekh Usamah Bin Laden, rahimahullah, kabarnya tertangkap dan saat ini sedang dalam perjalanan untuk dibawa ke New York. Do’akan keselamatan beliau dan semoga Allah SWT., segera membebaskannya. Insya Allah!
Beginilah jalan dakwah dan jihad, penuh onak dan duri, termasuk resiko ditangkap thoghut, musuh-musuh Islam. Syekh Sulaiman Abu Ghaith, Mujahidin Al Qaeda yang juga termasuk mantu Syekh Usamah Bin Laden, tertangkap di Yordania dan kemudian dikabarkan dibawa ke New York untuk segera disidangkan.
Operasi penangkapan beliau dilakukan oleh pihak keamanan thoghut Yordania dan agen kafir harby FBI, sebagaimana disampaikan oleh sumber pemerintahan AS, Kamis (07/03/2013).
Sumber tersebut juga menjelaskan bahwa Syekh Sulaiman Abu Ghaith adalah seorang militan (Baca : Mujahidin) yang muncul dalam video-video mewakili Al Qaeda setelah serangan berbarokah pada tanggal 11 September atas New York dan Washington pada 2001, semula diciduk di Turki.
Pemerintah kafir murtad Turki akhirnya mendeportasinya beliau ke pemerintahan kafir murtad Yordania, kata sumber-sumber itu, untuk kemudian pihak keamanan setempat dan FBI menahannya.
Beliau kemudian dibawa ke Amerika Serikat dalam beberapa hari, kata seorang sumber dari penegak hukum, dimana Syekh Abu Ghaith sekarang ditahan di satu tempat penahanan di kota New York dan akan diadili di pengadilan federal.
Harian “Hurriyet Daily News” menyatakan bahwa beliau ditangkap saat berpergian dari Yordania menuju Kuwait. Syekh Sulaiman Abu Ghaith selama ini juga dikenal sebagai juru bicara Al Qaeda, dimana beberapa foto beliau nampak sedang duduk bersebelahan dengan Syekh Usamah Bin Laden, rahimahullah.
Sebelum ini negara kafir harby AS telah meminta Turki untuk mengekstradisi Syekh Sulaiman Abu Ghaith setelah ia ditangkap di Ankara, Turki pada awal Februari.
Menurut laporan Hurriyet, Syekh Sulaiman ditangkap petugas keamanan Turki di sebuah hotel mewah di Ankara, setelah mendapat informasi dari badan intelejen iblis, CIA. Dan beliau akhirnya ditahan polisi selama 33 hari.
Namun pengadilan akhirnya memutuskan membebaskan Syekh Abu Ghaith setelah ditahan selama 33 hari, karena ia tidak melakukan tindak kejahatan di Turki.
Ankara menganggap Syekh Abu Ghaith adalah “orang tanpa negara” karena pemerintah Kuwait sendiri telah melucuti kewarganegaraannya, setelah beliau tampil dalam sebuah video dan membela serangan berbarokah 11 September. Dalam video itu Syekh Sulaiman Abu Ghaith terlihat bersama ayah mertuanya, yakni Syekh Usamah bin Ladin, rahimahullah.
Polisi Turki juga tidak menemukan catatan kriminal untuk Syekh Abu Ghaith, yang memasuki negara itu secara legal dari Iran. Oleh karena itu ia bisa dideportasi ke Iran atau negara lain yang dipilihnya.
Namun setelah Iran tidak mau menerimanya, Turki memutuskan untuk mengirimnya ke Kuwait melalui Yordania. Syekh Sulaiman Abu Ghaith akhirnya dikirim ke Yordania pada tanggal 1 Maret, pada hari yang sama Menteri Luar Negeri AS John Kerry mengunjungi Turki. Setelah itu, CIA memulai operasi penangkapan saat Syekh Abu Ghaith meninggalkan Yordania menuju Kuwait. Beliau akhirnya ditangkap dan dibawa ke AS.
Do’akan keselamatan beliau dan semoga Allah SWT., segera membebaskan beliau. Insya Allah!
Sumber : diolah dari DBS

Tidak ada komentar:

Posting Komentar