Kamis, 18 April 2013

Mohon Doa, Rumah Singgah IDC Diintimidasi Preman Nyawa Umahat Terancam

Mohon Doa, Rumah Singgah IDC Diintimidasi Preman Nyawa Umahat Terancam

CILACAP (voa-islam.com) - Atas dukungan kaum muslimin, alhamdulillah Infaq Dakwah Center (IDC) membuka program Rumah Singgah dan Dakwah di Cilacap, Jawa Tengah.
Sebuah rumah berukuran cukup besar disewa dengan durasi 2 tahun. Rumah yang beralamat di Jl. Srikaya, RT. 007 RW. 07, Cilacap itu terdiri dari lima kamar ini, seyogianya akan difungsikan sebagai Rumah Dakwah untuk taklim, pengajian dan Taman Pendidikan Al-Qur'an. Rumah tersebut juga sekaligus Rumah Singgah umat yang butuh persinggahan bila hendak membezuk para ustadz dan aktivis Islam yang sedang diuji di penjara Nusakambangan.
Semua prosedur dan muamalah duniawi sudah dipenuhi secara legal, mulai dari pemilik rumah, RT dan RW lengkap dengan surat-surat resmi dari IDC. Alhamdulillah semua setuju, tak ada celah untuk menghalangi dakwah di Rumah Singgah.
Tak ada celah di jalur legal, para musuh dakwah memilih cara premanisme yang sama sekali tidak bisa dibenarkan oleh ukuran manusia manapun.
Hari pertama memasuki Rumah Singgah, Rabu jelang magrib (17/4/2013), gerombolan preman marah-marah di Rumah Singgah. Berbagai ancaman ala zaman purba mulai pembakaran, perusakan dan pelemparan batu pun dilontarkan para preman yang mulutnya beraroma minuman keras ini.
Bahkan seorang istri mujahidin yang dalam kondisi sakit, diancam nyawanya oleh para preman yang konon berasal dari kelompok paramiliter kepemudaan.
Dua orang Relawan IDC pun tak bisa berbuat apa-apa selain menyelamatkan ummahat dan dua anak balitanya.
Karena keadaan makin genting, maka intimidasi para preman mabok terhadap para aktivis dakwah yang mengancam nyawa ini pun ditangani oleh aparat. Hingga berita ini diturunkan, Rumah Singgah IDC masih dijaga aparat dari amuk massa preman.
Sedangkan ummahat istri mujahidin dievakuasi di suatu tempat tanpa membawa bekal apapun kecuali sehelai baju di badan. Sedangkan dua Relawan IDC terdampar di sebuah tempat yang relatif aman. Alhamdulillah, kedua relawan ini selamat dari kejaran dan anarkhisme para preman. Hujan yang sangat lebat menyurutkan nafsu anarkhisme mereka.
Hasbunalloh wa ni’mal wakil… Semoga setelah kesulitan ini ada banyak kemudahan untuk dakwah. Semoga Allah memberikan hidayah kepada para preman itu agar kembali ke jalan yang benar. [taz]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar