Kamis, 18 April 2013

Preman Kampung Kepung Rumah Singgah Karena tak Suka Wanita Bercadar

Preman Kampung Kepung Rumah Singgah Karena tak Suka Wanita Bercadar

CILACAP (voa-islam.com) - Relawan Infaq Dakwah Center (IDC) yang sedang bertugas di Cilacap melaporkan bahwa, rumah singgah IDC yang sedianya akan efektif ditempati mulai kemarin, tanpa alasan yang jelas tiba-tiba dikepung sekelompok preman.

Saat itu, Abdullah Safar, relawan IDC yang hendak melaporkan perizinan rumah singgah yang terletak di Jl. Srikaya, RT. 007 RW. 07, Cilacap, dengan menyerahkan sejumlah dokumen kepada ketua RW, tiba-tiba dilabrak seorang pemuda yang tak terima adanya perempuan yang memakai niqab/cadar di kampungnya.

“Sekitar pukul 06.00 WIB, saya datang ke pak RW, di sana ada pak RT juga dan seorang pemuda, terus dia langsung bilang; ‘oh ini yang huni rumah sebelah? Pokoknya mas darah daging saya lahir di sini, saya tidak rela, di kampung saya ini ada wanita-wanita pakai cadar gitu,’” kata Abdullah Safar kepada voa-islam.com, Rabu (17/4/2013), sambil menirukan perkataan pemuda tersebut.

Saat ingin menjelaskan bahwa pihak ketua lingkungan setempat telah mengizinkan adanya rumah singgah tersebut, pemuda tersebut tak memberikan kesempatan dan memintanya pergi.

“Udah ngga usah banyak omong, intinya warga menolak adanya rumah singgah yang dihuni wanita-wanita bercadar itu,” ucap pemuda tersebut dengan mulut yang berbau minuman keras.
Padahal, cadar merupakan bagian dari syariat Islam, bahkan sebagian ulama mewajibkannya. Dalilnya adalah: "Hendaklah mereka (wanita) menghulurkan khimar (kain labuh) ke atas leher-leher mereka" (Q.S. An-Nuur:31).

Rumah singgah IDC, yang baru saja dikontrak selama dua tahun, hanya diisi seorang ummahat yang biasa disapa Ummu Najih bersama seorang anaknya yang masih kecil.

Tanpa prikemanusiaan sekelompok preman itu meneriakinya agar keluar rumah, bahkan mereka mengancam jika tidak pergi rumah tersebut akan dibakar.

“Mereka teriak mau dibakar rumahnya, kacanya pun katanya sudah pecah,” ujar Abdullah Safar.

Akhirnya dengan menggunakan pakaian yang melekat di badan tanpa membawa barang-barang, Ummu Najih segera diamankan, karena situasi yang mengancam.

Meski situasi belum kondusif, rencananya pagi ini, barang-barang ummu Najih yang masih berada di rumah akan segera dipindahkan. Sementara Ummu Najih beserta anaknya terpaksa harus tinggal menumpang di tempat ummahat yang lain sampai menunggu kontrakan yang baru. [Ahmed Widad]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar