Kamis, 18 April 2013

Wawancara Dengan Ummu Aini Shofi : Mengapa Suami Saya Ditahan Hanya Karena Pisau Dapur?

Wawancara Dengan Ummu Aini Shofi : Mengapa Suami Saya Ditahan Hanya Karena Pisau Dapur?

 
Share on Tumblr
Mushab untuk Al-Mustaqbal.net
DEPOK–Pada Rabu Sore (17/04/2013) para Aktivis Muslim Pejuang Syariah berhasil mendatangi Polres Depok untuk meminta agar Akhina Izzi Imani korban penyeroyokan aparat kepolisian dibebaskan. Al-Mustaqbal.net berhasil mewawancarai Istri dari Izzi Imani yang sempat ditahan di Polres yaitu Ummu Aini Shofi namun sudah dibebaskan.
Berikut wawancara dengan Beliau:
Al-Mustaqbal.net : Ummu, maaf bisa diceritakan tentang kronologis kejadian mengapa suami ummu sampai ditahan?
Aini Shofi : saya dan suami saya rencananya ingin menjenguk Ikhwan dan Umahat di Mako Brimob. Saya sendiri ingin menjenguk Nurul Azmi, karena kami ingin mengantar kebutuhan beliau. Tetapi saya kurang tahu suami saya ingin menjenguk siapa.
Kami berangkat dari rumah berdua, tetapi berpisah ketika sudah sampai di Mako, karena saya janjian sama umahat yang lain untuk menjenguk Nurul Azmi dan Suami saya lebih dulu masuk menjenguk tahanan Ikhwan.
Ketika saya sedang menulis buku tamu, dari dalam terdengar suara teriakan “Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar”. Saya fikir itu suara ikhwan yang lagi semangat ketika bertemu saudaranya, namun ketika saya tengok ternyata suami saya dipukulin oleh beberapa orang polisi.
Saat itu saya ditahan, dan petugas bertanya kepada saya,”mba kesini bersama siapa?” saya bilang sama suami saya. Dan semenjak itu saya ditahan dan diinterogasi.
Saat itu saya dilarang bertemu suami saya, dan suami saya tidak bisa pulang. Sejumlah polisi membawa bungkusan yang katanya itu barang bukti. Sebenarnya saya tidak mengerti, ini masalahnya apa dan kenapa bungkusan itu jadi barang bukti. Yang lebih anehnya lagi, barang bukti itu barang milik pribadi seperti Hp dan dompet.
Al-Mustaqbal.net : Apa benar ada pisau dapur di bagasi ummi?
Aini Shofi: iya benar ada, saya tidak mengerti kenapa pisau itu jadi bukti, memangnya suami saya kenapa sampai pisau dapur yang sudah karatan menjadi bukti. Sebenarnya pisau itu untuk motong-motong tali rapia untuk mengikat herbal yang akan diantar dan bukan untuk apa-apa, pisau itu kan karatan jadi fungsinya hanya untuk motong tali, tapi aneh kenapa jadi barang bukti.
Al-Mustaqbal.net : Saya dengar Izzi dipukuli, lalu bagian apa saja yang luka?
Aini Shofi : iya sempat dikeroyok dan luka-luka di sebelah mata kanan, bibir, dan rahang. Yang paling banyak mengeluarkan darah itu di bibir sampai sobek di bagian dalam.
Al-Mustaqbal.net : Kapan ummi dibebaskan, saya dengar tengah malam dibebaskannya?
Aini Shofi : Setelah saya selesai dari penyidik, saya sudah boleh pulang. Tetapi saya ingin tetap menemani suami saya dan saya bersikeras ingin meminta barang-barang pribadi saya, karena itu tidak ada hubungannya dengan kasus pengeroyokan ini. Tetapi karena petugas mengulur-ngulur waktu akhirnya ana ikut ke Polres.
Ketika di Polres masalahnya belum selesai juga, dan suami melihat kondisi saya yang kelelahan jadi suami saya minta saya segera pulang untuk istirahat.
Tetapi saya tidak bisa pulang karena polisi juga menyita uang kami, saya tidak punya ongkos saat itu. Tetapi saya akhirnya diberi ongkos oleh petugas dengan syarat barang-barang pribadi masih ditahan.
Demikian, akhirnya Al-Mustaqbal.net mengakhiri wawancara dengan Ummu Aini Shofi. Al-Mustaqbal.net bersama para ikhwan tetap menunggu delegasi dan TPM yang masuk ke Polres Depok untuk negoisasi.
Wallahu’alam bis showab!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar