Rabu, 15 Mei 2013

Densus 88 Perampok!! Nangkap ''Rampok'' dengan Cara Merampok

Densus 88 Perampok!! Nangkap ''Rampok'' dengan Cara Merampok

KENDAL (voa-islam.com) – Hilangnya uang puluhan juta milik Purnawan Adi Sasongko alias Iwan yang “diculik” Densus 88 Anti Teror pada Rabu petang (8/5/2013) saat Iwan sedang melaksanakan shalat magrib langsung berbedar luas dimasyarakat Kecamatan Rowosari dan Weleri.
Uang hasil ternak kambing, uang sekitar 14 juta lebih dari Jamsostek dan uang kurang lebih 15 jutaan hasil pesangon dari Rumah Sakit Islam (RSI) Kendal tempat dimana Iwan Sasongko sebelumnya bekerja raib ketika Densus 88 menggeledah rumah Iwan Sasongko untuk mencari barang bukti.
...Suami saya bukan perampok. Uang itu pesangon dari RSI dan Jamsostek yang sedianya untuk buka apotik. Tapi sekarang diambil Densus. Saya minta supaya polisi mengembalikan uang tersebut...
Uang yang sedianya dipergunakan Iwan Sasongko dan Kussetyorini, istri Iwan untuk membuka usaha klinik dan apotik di pertigaan Karanganom, Kelurahan Karanganom, Kecamatan Weleri, Kabupaten Kendal sekarang sudah tak berbekas lagi. Bu Rini –sapaan akrab Kussetyorini- berharap uang tersebut bisa dikembalikan oleh Kepolisian.
“Suami saya bukan perampok. Uang itu pesangon dari RSI dan Jamsostek yang sedianya untuk buka apotik. Tapi sekarang diambil Densus. Saya minta supaya polisi mengembalikan uang tersebut,” katanya sambil menangis kepada voa-islam.com di Kendal pada Minggu (12/5/2013).
Sementara itu, Pak Ahmad, warga Payung Kecamatan Weleri menyatakan bahwa perbuatan Densus 88 kelewat batas. Di media massa, Densus 88 menuduh Iwan sebagai perampok bank bersama kawan-kawannya. Ternyata, Densus 88 juga sama saja dan lebih tak bermoral.
“Nangkap rampok dengan cara merampok (uang puluhan juta milik Iwan -red). Apa bedanya coba?,” ujar Pak Ahmad yang juga tetangga orangtua Iwan di daerah Payung Weleri kepada voa-islam.com pada Senin (13/5/2013).
...Nangkap rampok dengan cara merampok (uang puluhan juta milik Iwan -red). Apa bedanya coba?...
Sedangkan Bu Ida (nama samaran) yang menemani team voa-islam.com bertemu Bu Rini mengatakan bahwa Densus 88 seperti hewan, dan lebih keji dari hewan. Dirinya lalu meminta Tim Pembela Muslim (TPM) Mahendradatta untuk mengusut kasus “perampokan” tersebut dan mengembalikan uang itu kepada Bu Rini.
“Densus itu lebih keji dari hewan ternyata. Sudah menodongkan pistol kepada anak kecil, ee mereka masih mengambil uang modal usaha milik mas Iwan. Saya harap TPM Pak Mahendradatta mengusut hal ini dan mengembalikan uang tersebut,” ucapnya dengan nada emosi. [Khalid Khalifah]

1 komentar:

  1. operasi densus dari dulu mengambar kan, kalo densus yang di lapangan[bunuh,culik]dananya bertambah sedikit[seret=dari BOSSnya,AMERIKI}di karenakan tidak bisa bunuh OSAMA BIN LADEN nya indonesia,biaya operasional mereka sangat tinggi& kalo operasi[nangkap/bunuh,culik]di satu kota mereka ngepos[kantor sementara]di hotel,dan hasil sita'an ,harta,benda[ kecuali senjata ]itulah gonhimah mereka,dan di bagi2tuk anggota /spy-mata2-agen[kaki tangan densus]

    BalasHapus