Rabu, 22 Mei 2013

Jenazah Budi Syarif Dimakamkan, Mulia Engkau Wahai Anakku....!

Jenazah Budi Syarif Dimakamkan, Mulia Engkau Wahai Anakku....!

SOREANG (voa-islam.com) - Setelah menunggu berhari-hari akhirnya jenazah Budi Syarif Aminuddin, salah satu korban meninggal dari penggerebekan Densus 88 di sebuah rumah kontrakan di Cigondewah, Bandung tiba kediaman kerabatnya di  Kampung Pasir Salam RT 02 RW 04 Desa Sukanagara, Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung, Jum’at sore (17/05/2013) sekitar pukul 15.30 WIB.

Jenazah dibawa menggunakan mobil ambulance dari Rumah Sakit Polri Kramat Jati Jakarta Timur. Ambulance tersebut terlihat dikawal ketat oleh pihak Kepolisian. Pengamanan ketat dilakukan pihak kepolisian berseragam lengkap maupun berpakaian preman dari jalan raya hingga menuju pemakaman yang berjarak sekitar lima kilometer.

"Tadi dari RS Polri Kramat Jati Jakarta sekikat pukul 13.00 WIB Setelah proses administrasi selesai langsung dibawa ke sini. Ini adalah pemakaman keluarga kami, dan memang di sini juga ada beberapa rumah keluarga kami," jelas Heri (32) kakak kandung almarhum, Jumat (17/5/2013).
Jenazah disemayamkan di rumah salah seorang kerabat almarhum. Lalu dishalatkan di masjid kampung tersebut. Sepanjang perjalanan dari rumah duka menuju masjid ke pemakaman, para pengiring jenazah tidak henti-hentinya meneriakkan takbir.

Malikhun (60), mertua almarhum mengatakan, pihak keluarga sangat berduka atas kepergian Budi untuk selamanya ini. Namun demikian, kata dia, pihak keluarga pasrah dengan kejadian yang menimpa.

"Mau bagaimana lagi, ini sudah takdir dari Allah. Dan sepenuhnya kami menyerahkan kepada pihak Kepolisian. Kewajiban kami adalah memakamkan jenazah almarhum dengan tata cara seperti yang diajarkan dalam Islam," ujarnya.
...Bagja anaking....bagja maneh anaking (Mulia engkau wahai anakku...!)

Terlihat wajah-wajah kagum disertai kata-kata pujian dari kerabat almarhum setelah melihat wajah almarhum yang tersenyum dan penuh berkeringat.

Bagja anaking....bagja maneh anaking (Mulia engkau wahai anakku...!)” ucap seorang nenek sambil menatapi wajah almarhum.

Almarhum meninggalkan satu orang istri dan lima orang. Anak pertama almarhum masih duduk di kelas 2 SD dan yang terakhir masih berumur 4 bulan. [amf]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar