Rabu, 22 Mei 2013

Ustadz Abu Bakar Ba’asyir : Tolak Deradikalisasi, Tegakkan Negara Islam!

Ustadz Abu Bakar Ba’asyir : Tolak Deradikalisasi, Tegakkan Negara Islam!

Ustadz Abu Bakar Ba’asyir : Tolak Deradikalisasi, Tegakkan Negara Islam!

Dalam berbagai kesempatan, Ustadz Abu Bakar Ba’asyir selalu mengingatkan kaum Muslimin akan bahaya deradikalisasi yang dilancarkan musuh-musuh Islam. Di sisi yang lain, beliau selalu menyemangati kaum Muslimin agar menerapkan syariat Islam secara sempurna, dalam bentuk negara Islam. Berikut rangkumannya.
Tolak Deradikalisasi
Deradikalisasi adalah kemungkaran yang dilaknat oleh Allah SWT. Umat Islam dipaksa untuk bersikap lunak terhadap kemusyrikan dan kemungkaran sehingga pengamalan tauhid mereka bercampur dengan kemusyrikan dan iman mereka bercampur dengan kemungkaran dan ideologi kekafiran. Maka Allah melarang mengikutinya!
Menurut ustadz Abu Bakar Ba’asyir, proyek deradikalisasi yang gencar dilakukan oleh Ansyad Mbai melalui BNPT adalah kemungkaran yang dilaknat oleh Allah SWT.
Beliau mengutip Al Qur’an Surat Al Qolam dalam ayat 8 dan 9. Allah SWT berfirman : “Maka janganlah kamu ikuti orang-orang yang mendustakan (ayat-ayat Allah). Maka mereka menginginkan supaya kamu bersikap lunak lalu mereka bersikap lunak (pula kepadamu).”
Deradikalisasi itu dimaksudkan untuk melunakkan ummat Islam terhadap kemusyrikan dan kemungkaran sehingga pengamalan tauhid mereka bercampur dengan kemusyrikan dan iman mereka bercampur dengan kemungkaran dan ideologi kekafiran. Maka Allah melarang mengikutinya!
Tegakkan Negara Islam!
Ustadz Abu Bakar Ba’asyir juga menegaskan bahwa sejak rezim Soekarno sampai rezim SBY penguasa/pemerintah NKRI adalah toghut yang berperan merusak hakekat kemurnian tauhid dan iman ummat Islam. Maka rusaklah tauhid dan iman mereka, sehingga Islam yang mereka amalkan bercampur aduk antara yang hak (syariat Islam) dengan yang batil (ideologi ciptaan manusia).
Dalam buku beliau yang berjudul Risalah Tauhid & Iman, Ustadz Abu menjelaskan bahwa rezim SBY dan Densus 88 aktif memerangi kemurnian tauhid dan iman dengan cara “deradikalisasi” agar ummat Islam bersikap lunak terhadap kemusyrikan dan kemungkaran sehingga pengamalan tauhid mereka bercampur dengan kemusyrikan dan iman mereka bercampur dengan kemungkaran dan ideologi kekafiran. Maka Allah melarang mengikutinya, sebagaimana QS Al Qolam, ayat 8 dan 9.
Beliau menjelaskan kewajiban umat Islam untuk mengganti sistem toghut ini menjadi sistem Negara Islam agar umat dapat menjalankan tauhid secara murni. Menurut beliau, mustahil ummat Islam dapat menjalankan kemurnian aqidah atau tauhid dan imannya dengan sistem yang syirik seperti sekarang ini.
Beliau juga berpesan kepada ummat Islam agar mengganti rezim toghut ini dengan sistem Islam. Ummat Islam harus memiliki kekuasaan, negara Islam, Daulah Islam, atau apapun namanya, agar syariat Islam dapat diterapkan secara sempurna, dan hal ini adalah tuntutan tauhid.
Strategi untuk mencapai hal itu menurut beliau hanya dua, yakni dakwah dan jihad. Tidak akan pernah bisa negara Islam diterapkan dengan jalan demokrasi yang syirik, karena itu mencapur adukkan antara yang haq (Islam) dengan yang batil (demokrasi). Hanya dengan dakwah dan jihad, ummat Islam dapat mendirikan negara Islam yang kemudian menerapkan syariat Islam secara kaafah (sempurna). Allahu Akbar!(al-Mustaqbal)

9 komentar:

  1. Indonesia..dalam hal ini NKRI adalah negara merdeka dan berdaulat penuh atas rakyatnya dan bukan sebuah negara Islam ataupun berideologikan Islam serta bukan negara bagian dari negara Islam lain nya di dunia ini. NKRI adalah milik semua golongan, bukan milik segolongan umat Islam saja. Adalah hal yang sangat keliru dan bertentangan dengan ajaran agama Islam, bila ada sebagian kecil orang Islam yang hendak mendirikan dan mengubah NKRI menjadi negara Islam dengan ideologi Islam. QS : Sesungguhnya Akulah Allah tiada Tuhan selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah sholat tuk mengingat Aku. Sesungguhnya kitab Al Qur'an ini tiada keraguaan atasnya, menjadi petunjuk bagi orang uang bertaqwa. Sesungguhnya Aku lah yang menurunkan kitab Al Qur'an ini dan Aku sendiri yang menjaga kemurniannya. Sesungguhnya tidak Aku utus Engkau Muhammad, kecuali sebagai pembawa kabar gembira bagi semesta alam. Dan Sesungguhnya tiada paksaan agama atas kamu dalam Islam. Sesungguhnya Allah itu Tuhanku dan Tuhanmu, inilah jalan yang lurus.
    Dari ayat-ayat tersebut di atas jelaslah bahwa segala bentuk pemaksaan suatu agama. suatu ideologi agama dengan menjadikan dan ataupun mendirikan sebuah Negara Islam adalah bertentangan dengan ajaran agama Islam itu sendiri. Seorang yang mutaqin pastilah akan menjadikan kitab Al Qur'an sebagai panglima dan segala sumber hidup serta petunjuk dalam hidup dan kehidupanya sehari-hari baik bermasyarakat, maupun bernegara.
    Untuk itu saya menghimbau saudara Muslim yang berniat dan berkeinginan mendirikan negara Islam dapat mencermati Al Qur'an dengan benar dan tidak membuat kerusakan di muka bumi bernama NKRI ini. Urungkan niat anda dan kembali ke kaffah dengan menjadikan kitab Al Qur'an sebagai panglima, bukan pada orang tertentu atau kitab hadist tertentu yang bertolak belakang dengan Kalammullah Al Qur'an. Semoga Ghofurur Rahiim memberikan karuniaNya pada kita sekalian. Hamba Allah : Sunan Jogo Mayit

    BalasHapus
  2. asalamu alaikum wr.wb....sebenernya yg jadi inti masalah knp mereka memilih syariat islam adalah hukum,tolong jawab pernah kah anda merasakan jadi org susah,tidak punya jabatan,tidak punya banyak duit dsb.klo anda pernah seperti itu anda pasti akan merasakan bagai mana tidak adil nya hukum dinegri ini.semoga anda merasakan susah agar anda tau hukum yg sebenarnya dinegri ini.wasalam

    BalasHapus
  3. Subhanalloh.... Syariat Islam yang paling cocok diterapkan di Bumi ALLAH....
    Wahai orang2 yang menolak syariat islam..... Kalian tinggal di Bumi ALLAH.... hanya hukum ALLAH lah yang berlaku bukan hukum yang kalian buat dengan dasar akal kalian saja....
    Segeralah bertaubat karena kalian telah melampaui batas......


    BalasHapus
  4. cuma hukum Allah lah yg sah di buat UU,

    BalasHapus
  5. Mas pada hidup di arab aja ...jangan paksakan keyakinan anda muak dengernya

    BalasHapus
  6. Islam, rahmatan lil alamien....!!! Jangan seenak perutmu dewe mengkaji ayat suci Alquran shg banyak melakukan teror. Ingat Teroris adalah Jihad yang keliru, akibat salah mengkaji dr Alquran...

    BalasHapus
  7. pada somplak otaknya

    BalasHapus
  8. Mas mas sekalian, otak dan hati kalian itu pemberian ALLAH bukan? Otak membuat peraturan yg baik berdasarkan hati dan hati menjalankannya. Bisa di bilang hukum yg baik dan benar di sebuah negara diberikan oleh ALLAH melalui daya cipta manusia. Tinggal nurani saja yg menjalankannya. Hukum tidak salah, manusia yg menjalankannyalah yg salah. Mau syariat mau UU mau apapun juga bila manusianya picik ya tetap saja ga berguna. Dan satu lagi, ini NKRI, bukan negara agama, bukan negara suku, bukan negara ras tertentu, hukum yg dibuat untuk kemakmuran bersama. Kalau tidak suka, ya silakan ke timur tengah yg sedang kacau itu. Ini negara damai, dan sebenarnya kelemahan negara ini bisa jadi kekuatan terbesar negara ini. Hidup NKRI, hidup bhinneka tunggal ika!

    BalasHapus
  9. NKRI NDASMU LE... BHINEKA SUNDAL ... kita saksikan aja negara keparat ini di tahun 2020 nanti, masih damaikah?? jgn kan thun 2020 nanti, liat aja skarang!! matamu picek le

    BalasHapus