Rabu, 15 Mei 2013

Wajib Berjihad Membela Muslim Rohingya-Myanmar

Wajib Berjihad Membela Muslim Rohingya-Myanmar

Oleh: Badrul Tamam
Al-Hamdulillah, segala puji milik Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam teruntuk Nabi al-Musthafa (Rasulullah Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam), keluarga dan para sahabatnya.
Allah Tabaraka wa Ta’ala berfirman dalam kitab-Nya,
مَا لَكُمْ لَا تُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَالْمُسْتَضْعَفِينَ مِنَ الرِّجَالِ وَالنِّسَاءِ وَالْوِلْدَانِ الَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا أَخْرِجْنَا مِنْ هَذِهِ الْقَرْيَةِ الظَّالِمِ أَهْلُهَا وَاجْعَلْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ وَلِيًّا وَاجْعَلْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ نَصِيرًا
Mengapa kamu tidak mau berperang di jalan Allah dan (membela) orang-orang yang lemah baik laki-laki, wanita-wanita maupun anak-anak yang semuanya berdoa: "Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami dari negeri ini (Mekah) yang lalim penduduknya dan berilah kami pelindung dari sisi Engkau, dan berilah kami penolong dari sisi Engkau!".” (QS. Al-Nisa’: 75)
Firman Allah Subhanahu Wa Ta'ala ini mengandung perintah untuk menyelamatkan kaum muslimin yang lemah dari cengkeraman orang kafir musyrik. Di mana kaum kafir musyrik tersebut menimpakan kepada kaum muslimin dengan siksaan berat dan kejam. Mereka mengancam keutuhan agama umat Islam. Karenanya, Allah mewajibakan jihad untuk meninggikan kalimat-Nya dan memenangkan agama-Nya, serta menyelamatkan kaum mukminin yang lemah.
Firman Allah Ta’ala ini adalah perintah tegas untuk berperang. Tidak ada alasan untuk menghindar darinya. Karena kondisi sebagian kaum muslimin yang lemah dari laki-laki, perempuan, dan anak-anak mengalami siksaan dan pembunuhan. Maka wajib atas saudara-saudara mereka dari kaum muslimin yang lain untuk  menolong dan menyelamatkan mereka dari tangan orang kafir. Perintah ini bertambah wajibnya karena Allah menyebutkan alasan di dalamnya.
Nasib saudara kita di Rohingya-Myanmar tak ubahnya seperti nasib kaum yang disebutkan dalam ayat di atas. Mereka hidup terjepit di negeri zalim yang mayoritas penduduknya musyrikin Budha. Mereka tak kuasa dan tak punya daya untuk lari dari negeri tersebut guna menyelamatkan agama mereka. Dalam kondisi yang demikian sulit, mereka mendapatkan intimidasi, pelecehan, siksaan, dan pembunuhan yang tak manusiawi dari kaum musyrikin. Mereka menjadi korban genosida di negeri mereka; di bumi Allah Subhanahu Wa Ta'ala.  Semua itu terjadi karena agama yang mereka peluk dan keimanan yang mereka yakini. “Dan mereka tidak menyiksa orang-orang mukmin itu melainkan karena orang-orang mukmin itu beriman kepada Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji,” (QS. Al-Buruj: 8) sehingga mereka berseru, "Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami dari negeri ini (Mekah) yang lalim penduduknya dan berilah kami pelindung dari sisi Engkau, dan berilah kami penolong dari sisi Engkau!".
Berikut ini beberapa bukti foto pembantaian yang dilakukan musyrikin Budha Myanmar terhadap Muslim Rohingya:
Kemudian Allah perintahkan kaum mukminin agar bersegera menuju ke negeri saudara-saudara mereka untuk menolong mereka dan mengobarkan peperangan terhadap musyrikin yang berlaku kejam.
Syikah Abu Bakar al-Jazairi dalam Aisar Tafasir menyebutkan hidayah dari ayat di atas: Wajib berperang di jalan Allah dan kewajiban menyelamatkan orang-orang lemah dari kaum mukminin untuk menolong kebenaran dan memerangi kebatilan.
Kemudian Allah kuatkan perintah ini dengan melarang mereka dari meninggalkan jihad karena takut kepada musuh-musuh mereka. Sebabnya, kekuatan musuh-musuh Islam berasal dari syetan; sedangkan tipu daya syetan adalah lemah.
Syaikh Abdurrahman bin Nasir al-Sa’di dalam penutup penafsiran ayat ini menjelaskan bahwa Jihad untuk menyelamatkan kaum muslimin yang lemah memiliki pahala dan manfaat yang paling besar. Karena jihad ini dalam bagian membela diri dari musuh yang menyerang. Wallahu Ta’ala A’lam. [PurWD/voa-islam.com]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar